5G Hadir. Siapkah Anda? – Selular.ID

5G Hadir. Siapkah Anda? – Selular.ID


Jakarta, Selular.ID – Pandemi COVID-19 saat ini telah menyoroti peran penting jaringan dan konektivitas dalam masyarakat saat ini. Setelah memindahkan hampir semua aktivitas harian kita ke platform online, infrastruktur digital kini menjadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan komunikasi kita, baik untuk keperluan pribadi maupun profesional.

Dalam studi terbaru yang dilakukan oleh Ericsson Consumer Lab, 49% responden dari 11 negara mengindikasikan bahwa 5G dapat memberikan pengalaman yang jauh lebih baik untuk virtual meeting. Sementara 48% berpendapat bahwa 5G bisa menawarkan kapasitas jaringan yang lebih baik dibandingkan 4G. Secara keseluruhan, 44% responden percaya bahwa masyarakat akan mendapat banyak manfaat dari 5G.

Lompatan menuju 5G di Indonesia

Berdasarkan Ericsson Mobility Report terbaru, penyerapan 5G siap untuk mencapai 2,8 miliar pelanggan, mencakup hingga 65 persen dari populasi dunia dan menghasilkan hampir 50 persen dari total traffic data seluler secara global pada tahun 2025. Sementara 5G diperkirakan menyumbang 21 persen dari pelanggan seluler di Asia Tenggara dan Oseania pada tahun 2025.

Dengan kecepatan yang lebih tinggi, latensi sangat rendah dan cakupan dimana-mana, 5G akan menjadi penambah kapasitas jaringan di wilayah metropolitan, membantu operator mengatasi pertumbuhan traffic yang eksplosif, memungkinkan bisnis terhubung melalui wireless, mendorong solusi yang lebih baik dengan biaya lebih rendah, sekaligus menghadirkan keseluruhan pengalaman baru dalam menggunakan internet bagi para konsumen.

Di Indonesia, terdapat populasi pengguna yang paham teknologi yang terus mencari teknologi muktahir setiap hari, dengan rata-rata penggunaan data per smartphone diperkirakan meningkat 10 kali lipat pada perangkat 5G. Selain itu, konsumen juga sudah menunggu 5G. Data dari laporan Ericsson ConsumerLab juga menunjukkan bahwa sekitar setengah dari pengguna smartphone di negara itu, akan berpindah operator jika dalam waktu enam bulan penyedia layanan menyediakan 5G.

Konsumen mengharapkan pengalaman berinternet yang benar-benar baru, dengan pengalaman olahraga dan acara yang imersif dalam panggilan holografik AR dan 3D sebagai dua aplikasi teratas yang ingin disediakan oleh konsumen dalam paket 5G. Sekitar 40% pengguna smartphone di Indonesia percaya bahwa kacamata AR akan menjadi hal yang biasa pada tahun 2025. Sementara 67% mengindikasikan bahwa konektivitas internet 5G di dalam mobil sama pentingnya dengan efisiensi bahan bakar dalam 5 tahun ke depan.

5G yang lebih baik

Saat ini, pemerintah dan operator perlu menjadi pengadopsi awal untuk 5G dan memanfaatkan keunggulan penggerak pertama untuk daya saing negara di masa depan. Kunci penyebaran 5G yang cepat terletak pada akses ke spektrum Bersama dengan penerapan regulasi yang memadai. Teknologi Spectrum Sharing akan memainkan peran penting dalam memperkenalkan 5G di pita-pita yang ada secara ekonomis, serta mencapai cakupan nasional sejak hari pertama. Ini akan memungkinkan penggunaan spektrum yang lebih efisien sekaligus memberikan kinerja pengguna yang Unggul.

Teknologi Spectrum Sharing milik Ericsson tersedia secara umum dan memungkinkan 4G dan 5G diterapkan pada pita frekuensi dan radio 5G yang sama. Hanya diperlukan peningkatan perangkat lunak (software upgrade), menyediakan spektrum secara dinamis berdasarkan permintaan pengguna per 1 milidetik. Dengan demikian, operator tidak perlu “menanam” (re-farm) spektrum kembali sebelum menerapkan teknologi ‘G’yang terbaru ini. Mereka dapat menerapkan 5G dengan cepat melalui sistem yang sama dengan 4G saat ini, serta membuka jalan untuk migrasi jaringan secara lancar, cepat dan hemat biaya.

Sebagai pemimpin teknologi dengan 100 perjanjian komersial dan 56 jaringan live di lima benua, Ericsson telah mencapai tonggak interoperabilitas di semua pita frekuensi utama 5G. Hadir di Indonesia, selama lebih dari 100 tahun, Ericsson telah membantu mewujudkan teknologi ini secara komersial, mulai dari kemitraan awal serta uji coba jaringan dengan tiga operator telekomunikasi besar Indonesia, Indosat Ooredoo, Telkomsel dan XL Axiata.

5G dirancang untuk inovasi, berbeda dari generasi konektivitas selular sebelumnya yang berfokus pada komunikasi interpersonal dan kecepatan data. 5G akan mendefinisikan kembali cara orang berinteraksi, cara masyarakat berfungsi dan cara melakukan bisnis, sehingga mendorong perkembangan ekonomi secara massif. Seiring dengan perkembangan 5G, operator di Indonesia akan mendapatkan keuntungan dengan menjadi yang terdepan dan dengan menggunakan teknologi yang tepat untuk memberikan layanan baru yang inovatif dan lebih cepat kepada konsumen, serta industri.



kupakai.com