Dian Siswarini Kembali Dinobatkan Sebagai CEO of The Year

Dian Siswarini Kembali Dinobatkan Sebagai CEO of The Year


Jakarta, Selular.ID – Ajang Selular Award yang konsisten digelar sejak 2003, menyediakan beragam penghargaan di berbagai katagori. Baik operator selular, vendor handset, penyedia bisnis jaringan, hingga pemain aplikasi atau over the top (OTT). Salah satu penghargaan yang terbilang prestisius adalah CEO of The Year

Penghargaan khusus ini diberikan kepada CEO yang dinilai punya kinerja mumpuni di tengah tantangan yang tak ringan, sekaligus memberikan warna tersendiri bagi berkembangnya industri selular secara keseluruhan. 

CEO tersebut  dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan perusahaan yang dipimpinnya, terutama dari sisi revenue, laba, dan EBITDA. Hal itu merupakan cerminan dari proses transformasi perusahaan di tengah kondisi persaingan yang semakin ketat. 

Dengan berpatokan pada aspek penilaian tersebut, Selular Award 2020 yang merupakan ajang ke-17,  kembali menobatkan Dian Siswarini sebagai CEO of The Year. Ini adalah kali kedua secara berturut-turut CEO/President Director XL Axiata itu meraih penghargaan di katagori yang sama seperti tahun lalu.

Penghargaan sebagai CEO of The Year  yang dianugerahkan Selular Media Network (SM) kepada Dian Siswarini, sejalan dengan pertumbuhan XL Axiata yang semakin apik. 

Tengok saja sepanjang 2019, XL Axiata berhasil meraih pendapatan terbesar sepanjang sejarah perusahaan, yaitu Rp25,15 triliun. Pendapatan sebesar itu meningkat 9% dibandingkan tahun sebelumnya, yang didorong oleh peningkatan pendapatan layanan sebesar 15% YoY.

Pertumbuhan pendapatan yang diraih sebesar 9% tersebut melampaui pendapatan rata-rata industri yang diperkirakan para analis sebesar 4%. Peningkatan pendapatan layanan ini terutama ditopang oleh pendapatan dari layanan data yang meningkat sebesar 28% YoY. 

Padahal kinerja operator secara keseluruhan masih bolong-bolong, akibat program registrasi prabayar yang diberlakukan pemerintah yang berujung negative growth sebesar -7,3% pada akhir 2018. 

Secara total, kontribusi pendapatan layanan data terhadap pendapatan layanan perusahaan juga semakin besar, mencapai 89% pada 2019. Untuk pencapaian EBITDA, XL Axiata juga berhasil mencatatkan pencapaian tertinggi selama ini, yaitu sebesar Rp9,97 triliun, meningkat 17% YoY.

Hal itu terutama didorong oleh pertumbuhan pendapatan dan efisiensi melalui fokus perusahaan pada keunggulan operasional (operational excellence). Pertumbuhan yang signifikan dibarengi program efisiensi, pada akhirnya mendorong perusahaan meraih laba bersih sebesar Rp713 miliar dari tahun sebelumnya mengalami kerugian.

Sepanjang tahun 2019, XL Axiata juga terus melakukan perluasan jangkauan dan kapasitas jaringan terutama di wilayah luar Jawa. Hingga akhir 2019, total jumlah BTS XL Axiata meningkat menjadi lebih dari 130 ribu, termasuk lebih dari 40 ribu BTS 4G. Layanan 4G XL Axiata saat ini telah tersedia di 425 kota/kabupaten.

XL Axiata juga terus berinvestasi dalam fiberisasi jaringan untuk melayani trafik data yang terus meningkat dengan pesat. Selain itu, investasi pada transmisi, backhaul, modernisasi jaringan, dan peningkatan jaringan lainnya untuk melayani pertumbuhan trafik data sehingga dapat memberikan stabilitas pada koneksi, memperluas kapasitas jaringan, dan meningkatkan kualitas layanan data secara umum juga terus dilakukan.

Investasi pada jaringan yang dipadukan dengan dengan portofolio produk yang inovatif telah berhasil meningkatkan posisi XL Axiata sebagai merek pilihan bagi pelanggan data dengan smartphone. XL Axiata kini menjadi yang terdepan secara industri, baik pada pendapatan data yang mencapai 89%, juga untuk penetrasi smartphone yang mencapai 86% di akhir tahun 2019.

Di periode yang sama ini, pengguna smartphone juga berhasil mencapai 48,8 juta pelanggan naik 11% dibanding di tahun 2018, sedangkan untuk jumlah total pelangan XL Axiata tercatat sebanyak 56,7 juta pelanggan.

Wilayah luar Jawa tetap menjadi fokus utama untuk ekspansi jaringan dan jangkauan. Hingga akhir 2019, XL Axiata mencatat kinerja yang sangat kuat dari wilayah luar Jawa yang sekailgus meningkatkan reputasi perusahaan sebagai operator dengan jangkauan yang semakin luas secara nasional.

Pertumbuhan pendapatan di wilayah luar Jawa juga terus meningkat, melampaui pertumbuhan pendapatan dari wilayah Jawa, sehingga mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan perusahaan.

Prestasi lain yang patut dicatat adalah konsistensi strategi dual brand dengan menggunakan merek “XL” dan “AXIS” untuk menyasar segmen pasar yang berbeda, dengan penawaran produk-produk inovatif yang disesuaikan karakteristik masing-masing konsumen.

Kedua merek tersebut terus tumbuh dan mendapatkan daya tarik dari segmen pelanggan masing-masing sebagaimana dibuktikan oleh Net Promoter Scores (NPS). Di tahun 2019, nilai NPS XL dan AXIS juga terus tumbuh sehingga memperkuat posisi strong number two di masing-masing segmen. Keberhasilan dalam melakukan upselling dapat dilihat dari ARPU blended yang meningkat 9% menjadi Rp 35.000 dari sebelumnya Rp 32.000.

Dengan fondasi yang terbilang kuat sepanjang 2019, kinerja XL Axiata juga tetap stabil pada 2020, meski ekonomi Indonesia belum dapat pulih akibat pandemi covid 19 (virus corona). 

Mengawali tahun 2020, perusahaan berhasil membukukan kinerja yang kuat dan data yang terus meningkat. Pendapatan naik sebesar 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) dan 1,3% dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ). 

EBITDA juga meningkat 40% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) yang didorong oleh pertumbuhan revenue, efisiensi biaya dan implementasi IFRS16, sehingga pencapaian laba bersih juga meningkat secara signifikan sebesar Rp1,5 triliun.

Sepanjang kuartal pertama 2020, XL Axiata terus berinvestasi untuk memperluas dan meningkatkan kualitas jaringannya di seluruh Indonesia. Pada akhir Maret 2020, operator yang dimiliki oleh Axiata Malaysia itu, memiliki lebih dari 133 ribu BTS, meningkat 9% dbandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY). Tercatat lebih dari 43 ribu BTS di antaranya merupakan BTS 4G.

Pertumbuhan XL dalam empat tahun terakhir, tak lepas dari visi dan misi yang telah dicanangkan Dian dalam melakukan transformasi bisnis yang konsisten dilaksanakan sejak awal 2015. Yaitu melalui strategi 3R: Revamp, Rise, Reinvent.

“Revamp” adalah mengubah model bisnis pencapaian jumlah pelanggan, yaitu dari “volume” ke “value” dan strategi bisnis untuk meningkatkan profitabilitas produk. 

“Rise” berarti meningkatkan nilai merek XL melalui strategi dual-brand dengan AXIS guna menyasar segmen pasar yang berbeda. Di mana posisi XL akan dinaikkan, sedangkan Axis akan mengisi posisi pasar yang ditinggalkan XL. 

Sedangkan “Reinvent” bertujuan membangun dan menumbuhkan berbagai inovasi-inovasi bisnis yang dijalankan oleh XL Axiata.

Bagi Dian, penghargaan sebagai CEO of The Year pada ajang Selular Award 2020, meneguhkan prestasi di ajang internasional lainnya. Pada 2019, perempuan kelahiran Majalengka 5 Mei 1968 ini, telah dipilih oleh majalah bisnis terkemuka Forbes sebagai salah satu dari Asia’s Power Businesswoman. Dengan rekam jejak dan kesuksesan, Dian dinilai sebagai salah satu dari tiga wanita Indonesia yang memiliki peran penting dalam membentuk lanskap bisnis di Asia.



kupakai.com