Inggris Larang Huawei di Jaringan 5G-nya

Inggris Larang Huawei di Jaringan 5G-nya


Jakarta, Selular.ID – Januari silam Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan peralatan Huawei akan diizinkan di jaringan 5G negara tersebut. Pada saat itu, Johnson merasa dia tidak punya pilihan mengingat Huawei menyediakan teknologi paling mutakhir dengan harga yang baik.

Tetapi Perdana Menteri mendapat tekanan konstan dari Amerika, tepatnya ketika AS melarang produsen chip seperti TSMC mengirim chip ke perusahaan Cina tersebut, otu membuat para pejabat di Inggris khawatir Huawei akan dipaksa untuk menggunakan komponen yang mungkin tidak aman.

Peralatan Huawei harus dihapus dari semua jaringan di Inggris pada tahun 2027

Pekan ini, perdana menteri mengumumkan peralatan jaringan Huawei akan sepenuhnya dihapus dari Inggris pada tahun 2027. Huawei adalah pemimpin global dalam peralatan jaringan dan tergantung pada sumbernya, itu juga merupakan produsen smartphone nomor satu di planet ini untuk saat ini.

Tetapi sejak 2012 Huawei dianggap sebagai ancaman keamanan nasional di AS karena hubungannya yang erat dengan pemerintah komunis Tiongkok. Undang-undang di Cina mengharuskan perusahaan teknologi negara untuk mengumpulkan intelijen atas nama pemerintah jika diminta melakukannya.

Mitosnya adalah produk Huawei mengandung ‘pintu belakang’ yang mengumpulkan data dan mengirimkannya ke server di Beijing. Skenario ini tidak pernah terbukti benar dan perusahaan telah menolaknya selama bertahun-tahun.

Pengumuman larangan yang akan berlaku pada 2027, membuat operator di Inggris seperti BT, Vodafone, dan Three sedikit lega karena mereka punya cukup waktu untuk bongkar-pasang peralatan Huawei dari jaringan mereka, yang pastinya akan menguras miliaran poundsterling.

Menurut Reuters, Sekretaris Digital, Budaya, Media dan Olahraga Inggris Oliver Dowden mengatakan pada akhir tahun ini, akan ilegal bagi perusahaan di Inggris untuk membeli peralatan 5G dari Huawei.

Tetapi ada harga yang harus dibayar konsumen untuk keputusan ini, yakni penundaan peluncuran konektivitas 5G di negara ini selama dua hingga tiga tahun. Selain itu, langkah ini meningkatkan biaya pemasangan 5G di pasar hingga $2,5 miliar.

Pengumuman larangan ini juga memberi waktu bagi perusahaan telekomunikasi di AS dua tahun untuk menghapus semua jejak Huawei dari jaringan fixed-line fiber broadband.

Dalam sebuah pernyataan, Sekretaris Dowden mengatakan, “NCSC (National Cyber ​​Security Center) telah melaporkan kepada para menteri, mereka secara signifikan mengubah penilaian keamanan mereka terhadap kehadiran Huawei di jaringan 5G Inggris. Ini bukan keputusan yang mudah, tetapi itu adalah yang tepat untuk jaringan telekomunikasi Inggris, untuk keamanan nasional kita dan ekonomi kita, baik sekarang dan memang dalam jangka panjang. Pada saat pemilihan berikutnya, kita akan menerapkan hukum dalam jalur yang tidak dapat dibalikkan untuk penghapusan lengkap peralatan Huawei dari jaringan 5G.”

Kendati AS terus membujuk Inggris agar tidak menggunakan peralatan Huawei dalam membangun jaringan 5G mereka, keputusan ini mengejutkan para pejabat AS.

Sementara Australia, Selandia Baru, dan Jepang mengindahkan peringatan dari AS, Jerman tidak.

Selain kekhawatiran tentang mata-mata, AS juga khawatir jika Huawei meraih keunggulan dalam teknologi 5G, Cina akan menjadi pemimpin teknologi dunia selama bertahun-tahun.

Generasi berikutnya dari konduktivitas nirkabel, 5G akan memberikan kecepatan data unduhan hingga 10 kali lebih cepat daripada sinyal 4G LTE saat ini. Kecepatan yang lebih cepat dan latensi yang lebih rendah akan memungkinkan terciptanya teknologi dan industri baru.

Huawei mendukung keputusan UK yang menyebutnya “politis” dan mengatakan itu dibuat karena kebijakan perdagangan AS dan bukan karena masalah seputar keamanan.

Perusahaan juga menyatakan keputusan itu buruk bagi pelanggam seluler di negara tersebut. “Itu mengancam untuk memindahkan Inggris ke jalur lambat digital, mendongkrak tagihan dan memperdalam kesenjangan digital,” kata juru bicara Huawei.



kupakai.com