Kaspersky: Enterprise Menjadi Target Utama Serangan Ransomware di Indonesia

Kaspersky: Enterprise Menjadi Target Utama Serangan Ransomware di Indonesia


Jakarta, Selular.ID – Statistik terbaru Kaspersky menunjukkan bahwa 831.105 percobaan ransomware telah diblokir di wilayah Asia Tenggara selama paruh pertama tahun ini, dan 298.892 di antaranya merupakan upaya terhadap pengguna di Indonesia.

Dony Koesmandarin, Territory Channel Manager untuk Indonesia di Kaspersky mengatakan, serangan ransomware Wannacry pertama dihadapi Indonesia pada beberapa tahun lalu. Hal itu menunjukkan bahwa segala macam bentuk bisnis harus mempertimbangkan untuk meningkatkan protokol dan infrastruktur keamanan siber, supaya tidak menjadi korban ancamannya.

Dan menurut Dony, tiga tahun setelah insiden Wannacry yang tidak dapat dihindari bahkan di Indonesia, dunia masih menghadapi tantangan dalam memerangi jenis ancaman ini di tengah pandemi global. Pasalnya ransomware adalah salah satu sorotan utama dari ancaman dunia maya di Asia Tenggara, perusahaan dan organisasi dari wilayah tersebut perlu meningkatkan keamanan mereka untuk menghindari jatuhnya korban dari ancaman ransomware yang sangat merugikan.

“Penting untuk dicatat bahwa perusahaan di Indonesia adalah target utama aktor ancaman ransomware. Penerapan kerja dari rumah saat ini memperluas permukaan serangan dan meningkatkan celah yang dapat dieksploitasi oleh penjahat dunia maya. Sekarang adalah waktu terbaik bagi perusahaan dan organisasi melakukan evaluasi untuk kesiapan mereka dalam menghindari dan menghadapi ransomware,”ujar Dony, dalam media berifing yang diadakan secara virtual di Jakarta (02/09/2020).

Meskipun deteksi ransomware di negara ini 69% lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sampai tahun 2019, hampir setengah (49%) dari upaya yang terdeteksi dari Januari hingga Juni 2020 ditargetkan pada sektor enterprise di Indonesia, kemudian diikuti oleh konsumen (39,94%) dan UKM (2,13%).

Baca Juga :Hati-Hati, Ransomware Baru EvilQuest Serang Perangkat Mac

“Kebiasaan dasar seperti mencadangkan data, menggunakan perangkat lunak yang sah, menerapkan solusi keamanan yang kuat menjadi langkah sederhana namun dapat sangat membantu,” kata Dony.

Ransomware telah menjadi tantangan besar bagi banyak organisasi di dunia termasuk Indonesia walaupun taktik yang digunakan masih sangat kuno seperti email phishing, website yang terinfeksi program berbahaya, atau software yang tidak diperbarui. Pada tahun 2019 saja, organisasi kehilangan rata-rata $1,46 juta karena insiden ransomware termasuk biaya downtime, pembayaran denda, dan kerusakan reputasi.

 



kupakai.com