Mengenal Sifat Qana’Ah


Sifat Qana’ah – Dalam menjalani kehidupan, seringkali kita tidak qana’ah. Kita merasa tak pernah puas untuk memenuhi cita-cita dan hasrat kita. Selalu merasa ada yang kurang pada hal-hal yang sudah kita dapatkan.

Selalu merasa iri pada suatu hal yang didapatkan orang lain dan tidak kita dapatkan. Kita lupa untuk bersyukur akan nikmat Allah Ta’ala yang sudah diberikan pada kita setiap harinya.

Hal diatas memang salah satu kecenderungan dari sifat dasar manusia. Dimana manusia cenderung tak pernah puas akan hal-hal yang sudah dia dapatkan.

Meskipun hal tersebut manusiawi, namun dalam islam hal tersebut tidak dianjurkan. Rasullullah saw. telah mengajarkan umatnya bagaimana cara menyikapi mengenai harta benda, adalah dengan bersifat Qana’ah (Puas dan Rela).

Qana’ah inilah yang akan kita bahas secara lengkap pada kesempatan kali ini. Mari pribadi kita bahas satu per satu.

Pengertian Sifat Qana’ah

Pengertian Qana'ah

Hidup Qana’ah (sumber:bimbinganislam.com)

Qana’ah yaitu suatu sikap rela menerima dan merasa cukup dengan hasil yang didapatkan. Dengan mempunyai rasa qana’ah, ia akan dijauhkan dari merasa kekurangan dan tidak puas.

Kerelaan seseorang akan hasil yang didapatkan merupakan hasil dari menerima segala hal yang sudah menjadi ketentuan Allah Ta’ala. Namun, bukan berarti seseorang hanya bersikap pasif untuk menunggu tanpa berikhtiar.

Justru perilaku ini muncul sesudah dia melaksanakan perjuangan terbaiknya dalam suatu hal. Masalah risikonya, beliau akan rela dan cukup akan hasil yang didapatkannya.

Sifat Qana’ah yaitu salah satu sifat muslim yang perlu dimiliki oleh kita. Jangan sampai, hanya alasannya dunia kita melupakan darul baka.

Dalil Mengharuskan Sifat Qana’ah

Dalil Qana'ah

Dalil Qana’ah (sumber:tebuireng.online)

Sifat qana’ah ini harus dimiliki oleh semua umat muslim. Dengan memiliki sifat ini, kita akan selalu merasa cukup dengan apa yang kita miliki dan kita takkan pernah merasa iri dengan sesuatu yang orang lain miliki.

Selain itu, hati kita juga akan merasa hening dan selalu bersyukur.

Dalam salah satu hadits-nya, Rasulullah saw. bersabda:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ هُدِىَ إِلَى الإِسْلاَمِ وَرُزِقَ الْكَفَافَ وَقَنِعَ بِهِ

Sungguh beruntung orang yang diberi petunjuk dalam Islam, diberi rizki yang cukup, dan qana’ah (merasa cukup) dengan rizki tersebut.” (HR. Ibnu Majah no. 4138, Syaikh Al Albani menyampaikan bahwa hadits ini shahih).

Untuk seseorang yang mempunyai sifat qana’ah, Allah Ta’ala pun akan menunjukkan akhirnya. Allah akan memberikan kita kehidupan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Allah Ta’ala berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun wanita dalam keadaan beriman, maka bekerjsama akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. An-Nahl:97)

Sifat Qana’ah

Sikap Qana'ah

Sikap Qana’ah (sumber:thepfa.com)

Sikap qana’ah ini berhubungan dekat dengan rasa syukur. Perbedaannya, sikap qana’ah lebih mengedepankan pada rasa rela mendapatkan ketentuan Allah Ta’ala. Adapun rasa syukur, mengedepankan rasa terima kasih dan cita-cita kepada Allah Ta’ala.

Kedua sikap ini saling terkait dan berjalan beriringan.

Meskipun dikatakan rela, namun perilaku ini tidak serta merta membuat kita mendapatkan tanpa berusaha. Justru rasa qana’ah ini muncul sehabis berikhtiar semaksimal mungkin sebelumnya.

Selain itu, janganlah kita memandang keatas untuk urusan dunia. Pandanglah kebawah kepada orang-orang yang kurang beruntung dibandingkan kita. Dengan mirip itu, maka sifat qana’ah dan rasa syukur akan tertanam besar lengan berkuasa dalam diri kita.

Sebaliknya, pandanglah keatas untuk urusan darul baka. Dengan seperti itu, maka kita doktrin kita akan selalu menguat dan lebih bersemangat dalam berinfak saleh.

Rasulullah saw. bersabda dalam salah satu haditsnya, yang berbunyi:

عن ابى هريرة رضى الله عنه : انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عليكم. (متفق عليه

Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam duduk perkara harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam dilema ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Muslim, no. 2963).

Manfaat Memiliki Sifat Qana’ah

Manfaat Qana'ah

Manfaat Qana’ah (sumber:pinterest.com)

Dengan memiliki sifat qana’ah, kita juga akan menerima beberapa manfaat yang mampu dirasakan baik di dunia maupun di akhirat. Berikut beberapa manfaat yang mampu kita miliki.

Mendapatkan Dunia Seluruhnya

Manfaat pertama yang mampu didapatkan dengan rasa qana’ah yakni memiliki dunia seluruhnya.

Dari ’Ubaidillah bin Mihshan Al-Anshary radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِى سِرْبِهِ مُعَافًى فِى جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan tubuh, dan memiliki kuliner pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” (HR. Tirmidzi, no. 2346; Ibnu Majah, no. 4141. Abu ’Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib).

Menjadi Orang yang Beruntung

Manfaat selanjutnya dari sifat qana’ah adalah menjadi salah satu orang yang beruntung di mata Allah Ta’ala dan Rasulullah saw.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

Sungguh sangat beruntung orang yang telah masuk Islam, diberikan rizki yang cukup dan Allah mengaruniakannya sifat qana’ah (merasa puas) dengan apa yang diberikan kepadanya.” (HR. Muslim, no. 1054).

Praktis Bersyukur

Seperti yang sudah disinggung diatas, dengan mempunyai sifat qana’ah akan menciptakan kita selalu bersyukur akan nikmat yang Allah berikan kepada kita. Sebagaimana hadits yang sudah disebutkan diatas (HR. Muslim, no. 2963)

Menjauhkan dari Sifat Hasad (Iri dan Cemburu akan Nikmat Orang Lain)

Jika kita sudah merasa cukup akan nikmat Allah yang telah diberikan, kenapa kita bisa cemburu dengan nikmat yang orang lain rasakan?

Dengan adanya sifat qana’ah yang membentengi kita, rasa iri dan cemburu akan nikmat orang lain itu sudah tidak akan mungkin ada.

Sifat hasad yakni salah satu sifat yang dilarang dimiliki oleh umat muslim. Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “Hasad adalah membenci dan tidak suka terhadap keadaan baik yang ada pada orang yang menjadi target hasad.” (Majmu’ah Al-Fatawa, 10:111).

Adapun menurut kebanyakan ulama, hasad ialah menginginkan suatu nikmat orang lain itu hilang. (Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 17:269)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سَيُصِيْبُ أُمَّتِي دَاءُ الأُمَمِ ، فَقَالُوا : يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَا دَاءُ الأُمَمِ ؟ قَالَ : الأَشْرُ، وَالْبَطْرُ والتَّكَاثُرُ وَالتَّنَاجُشُ فِي الدُّنْيَا وَالتَّبَاغُضُ وَالتَّحَاسُدُ حَتَّى يَكُوْنَ الْبَغْيُ

Umatku akan ditimpa penyakit banyak sekali umat.” Para sobat berkata, “Wahai Rasulullah, apa saja penyakit umat-umat (terdahulu)?” Rasulullah berkata, “Kufur Nikmat, menyalahgunakan nikmat, saling berlomba memperbanyak dunia, saling berbuat najsy (mengelabui dalam penawaran, pen.), saling memusuhi, dan saling hasad-menghasadi sampai timbulnya sikap melampaui batas (kezaliman).” (HR. Al-Hakim, 4: 168 dan Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awsath, 2/275/9173. Al-Hakim menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih, perawinya tsiqah termasuk perawi Imam Muslim. Imam Adz-Dzahabi menyetujui sanadnya yang shahih. Lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 680)

Mengatasi Berbagai Problema Hidup

Seseorang yang mempunyai sifat qana’ah, dia akan menyesuaikan kebutuhan hidupnya dengan standar kemampuan yang dia miliki. Dengan memiliki batas yang tepat, maka dia tidak akan berhutang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Terakhir, perlu diingat bahwa orang yang memiliki sifat qana’ah ialah orang-orang yang terpuji dan beruntung. Bahkan, Rasulullah saw. meminta sifat qana’ah (selalu merasa cukup) dalam salah satu do’anya.

Berikut salah satu do’a yang Rasulullah saw. pernah lantunkan.

اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَ

Ya Allah, saya meminta kepada-Mu petunjuk (dalam ilmu dan amal), ketakwaan, sifat ‘afaf (menjaga diri dari hal yang haram), dan sifat ghina’ (hati yang selalu merasa cukup atau qana’ah).” (HR. Muslim, no. 2721, dari ‘Abdullah).

Demikianlah pembahasan kita mengenai sifat Qana’ah yang perlu kita miliki dan selalu jaga. Mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua.

Untuk mendapatkan bahasan-bahasan menarik seputaran agama islam, Kamu juga mampu mengunjungi majelisazzikra.com.