Samsung Tak Berniat Pindahkan Basis Produksi Smartphone Dari Vietnam ke India

Samsung Tak Berniat Pindahkan Basis Produksi Smartphone Dari Vietnam ke India


Jakarta, Selular.ID – Samsung Vietnam membantah spekulasi produksi smartphone di negara itu akan dialihkan ke India, di mana induknya berencana untuk meningkatkan investasi dan meningkatkan produksi, VNExpress melaporkan.

Anak perusahaan tersebut mengatakan kepada VNExpress bahwa laporan The Economic Times (ET) “tidak berdasar” dan Vietnam akan “selalu menjadi basis produksi penting Samsung di dunia”.

Samsung sebelumnya dikabarkan bersiap memindahkan sebagian besar produksi perangkatnya ke India dari Vietnam dan negara lain. Chaebol Korea itu mengajukan rencana untuk memproduksi smartphone senilai $ 40 miliar di India selama lima tahun ke depan sebagai bagian dari skema insentif pemerintah.

VNExpress melaporkan raksasa teknologi itu membangun pabrik Vietnam pertamanya pada tahun 2008, dengan sekitar setengah dari semua perangkat sekarang dibuat di negara tersebut. Pada bulan Maret, mereka mulai membangun pusat R&D senilai $220 juta.

Selain Vietnam dan India, Samsung juga memproduksi perangkat di Indonesia dan Brasil. Sebelumnya vendor juga memiliki basis produksi di China. Namun karena kalah bersaing dengan vendor lokal, Samsung terpaksa menghentikan produksi di negara itu pada akhir 2019, mengalihkan produksi ke lokasi manufaktur lain untuk meningkatkan efisiensi.

Khusus di Vietnam, Samsung telah memulai pembangunan pusat penelitian dan pengembangan senilai $220 juta di Hanoi yang akan fokus pada pengembangan teknologi jaringan 5G dan sejumlah teknologi generasi mendatang lainnya.

Langkah tersebut dilakukan vendor, demi memperkuat posisinya sebagai pemain utama di sektor infrastruktur. Dengan tumbuhnya layanan berbasis 5G, Samsung berusaha mengejar ketinggalan dari Huawei, Nokia, Ericsson dan ZTE.

Unit smartphone Vietnam mengatakan bahwa fasilitas 16-lantai akan menjadikan Samsung terbesar di Asia Tenggara, dengan hingga 3.000 staf akan dipekerjakan ketika konstruksi selesai pada akhir-2022. Selain 5G, pusat R&D ini akan fokus pada pengembangan AI, IoT, dan sistem data besar.

Sebelumnya Samsung menginvestasikan sekitar $17 miliar di Vietnam, menjadikannya sebagai investor luar negeri terbesar di negara itu.

Saat ini chaebol Korea itu, telah mempekerjakan 2.200 staf R&D di Vitenam dan sebagian besar smartphone Samsung kini diproduksi di sana.

Spekulasi pemindahan basis produksi Samsung dari Vietnam ke India, tak lepas dari kampanye “Make in India” yang dilakukan PM India Narendra Modi. Kampanye ini sukses meyakinkan Samsung untuk membangun fasilitas manufaktur yang diklaim terbesar di dunia. 

Pabrik yang terletak di India utara dan diresmikan pada Juli 2018 itu, bertujuan untuk melipatgandakan produksi handset dan mengamankan posisi teratas di India.

Berlokasi di Noida, dekat ibu kota New Delhi, peresmian pabrik dilakukan langung oleh dua petinggi negara. Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (9/7/2018).

Pabrik tersebut nantinya akan dipakai untuk memproduksi seluruh lini ponsel Samsung, mulai dari Android Go yang dibanderol di kisaran 100 dollar AS atau sekitar Rp1,4 juta, hingga kelas flagship seperti Galaxy S Series yang harganya mulai dari Rp11,5 juta. Keseluruhan pembangunan pabrik tersebut diperkirakan selesai pada akhir 2020.



kupakai.com