Setelah Celcom, AIS Bersiap Putuskan Mitra Jaringan 5G

Setelah Celcom, AIS Bersiap Putuskan Mitra Jaringan 5G


Jakarta, Selular.ID – Operator Thailand AIS berencana untuk menghidupkan jaringan inti 5G pertamanya pada akhir Juli mendatang. Pada tahap awal, layanan 5G itu akan fokus pada ibu kota Bangkok dan Koridor Ekonomi Timur, sebuah wilayah yang mencakup tiga provinsi yang ingin diubah oleh pemerintah menjadi pusat industri.

Menurut laporan Reuters, operator terbesar di negara gajah putih itu sedang dalam tahap akhir dari proses tender yang melibatkan Nokia, Ericsson, Huawei, ZTE dan Samsung. Presiden AIS Hui Weng Cheong menjelaskan itu adalah praktik umum bagi operator mengundang beberapa mitra untuk melakukan penawaran.

Dia mengecilkan masuknya Huawei ke dalam daftar itu meskipun ada pengawasan ketat terhadap perusahaan tersebut. Kepada Reuters, Hui Weng Cheong mengatakan AS belum menemukan bukti klaimnya bahwa vendor jaringan terbesar di dunia itu memiliki risiko keamanan atau memiliki hubungan dengan pemerintah China.

Sebelumnya AIS sudah meluncurkan layanan 5G komersial pada 21 Februari pada spektrum 2.6GHz. Bulan lalu, CEO AIS Somchai Lertsutthiwong mengatakan layanan 5G operator ditargetkan dapat mengcover semua 77 provinsi di Thailand pada akhir Mei mendatang.

Dalam upaya mengembangkan 5G di pasar domestik, AIS berkomitmen mengeluarkan investasi antara THB10 miliar ($ 317,5 juta) dan THB15 miliar selama 12 bulan setelah layanan tersebut diluncurkan.

Seperti halnya Thailand, operator selular Malaysia juga tengah bergegas untuk menggelar 5G. Operator terbesar kedua di Malaysia, Celcom Axiata, diperkirakan akan menggelar layanan 5G menggunakan dua vendor jaringan. Saat ini Celcom tengah mengadakan diskusi dengan keempat pemain utama, sebelum bersiap untuk membuat keputusan final.

Jamaludin Ibrahim, Presiden dan CEO Axiata Group, perusahaan induk Celcom, mengatakan bahwa pihaknya telah menganggarkan dana sedikitnya $1 miliar untuk menggelar jaringan 5G di seantero negeri selama lima tahun ke depan.

Menurut laporan Reuters, Huawei adalah vendor perlengkapan nirkabel utama untuk Celcom. Vendor jaringan asal China itu diketahui telah melakukan perjanjian pendahuluan dengan Celcom untuk membangun jaringan 5G, namun sejauh ini belum ada kesepakatan yang diselesaikan. Selain Celcom, Huawei juga telah menandatangani perjanjian dengan Maxis, untuk meluncurkan layanan serupa.

Di luar Huawei, Ericsson juga merupakan mitra tradisional Celcom. Diketahui, pada Mei 2017 Celcom dan Ericsson telah melakukan uji coba 5G pra-standar. Sebelumnya, baik Ericsson maupun Huawei merupakan pemasok utama infrastruktur jaringan 4G milik Celcom.

Ibrahim mengatakan bahwa secara umum pihaknya ingin memiliki dua vendor, dan di Malaysia umumnya mereka adalah “dua”, merujuk pada Huawei dan Ericsson. Meski demikian, dia menyebutkan bahwa vendor lainnya, Nokia dan ZTE juga akan diundang untuk berpartisipasi dalam tender 5G.



kupakai.com