Terancam Rugi Besar, Produsen Chip Minta Keringanan Berbisnis Dengan Huawei

Terancam Rugi Besar, Produsen Chip Minta Keringanan Berbisnis Dengan Huawei


Jakarta, Selular.ID – Pembuat chip besar mengajukan permohonan lisensi khusus AS yang akan memungkinkan mereka untuk terus memasok Huawei, karena sanksi yang diperketat terhadap vendor China mulai berlaku pada minggu ini.

Menurut laporan Caixin Global, vendor-vendor seperti Qualcomm, Micron Technology, Samsung, SK Hynix, Macronix International dan perusahaan chip China Semiconductor Manufacturing International Corp, telah mengajukan aplikasi untuk dibebaskan dari aturan baru, yang diterapkan pada 15 September 2020.

Pada akhir Agustus, Reuters melaporkan MediaTek yang berbasis di Taiwan juga telah meminta izin untuk pengabaian dari sanksi tersebut.

Sanksi yang diperkuat, diumumkan pada Agustus lalu, mewajibkan perusahaan memerlukan lisensi khusus untuk melakukan transaksi dengan Huawei atau afiliasi terdaftar yang melibatkan peralatan apa pun yang dibuat menggunakan teknologi AS.

Demi menekan Huawei, pada awal tahun ini, AS menutup celah yang memungkinkan raksasa telekomunikasi China itu membeli chip menggunakan teknologi AS melalui pihak ketiga.

Namun hingga akhir 16 September, tidak ada perusahaan yang melaporkan bahwa permintaan lisensi disetujui oleh otoritas AS, Caixin Global menambahkan.

Sekedar diketahui, sanksi yang dijatuhkan AS ke Huawei pada akhirnya memberikan pukulan telak bagi perusahaan-perusahaan AS. 

Huawei, pemasok perangkat telekomunikasi terbesar di dunia dan produsen smartphone terbesar kedua ini, mengandalkan komponen-komponen utama dari beberapa perusahaan teknologi AS. Tahun lalu, Huawei membeli komponen dan suku cadang senilai US$70 miliar dari 13.000 pemasok.

Dari total tersebut sebesar US$11 miliar atau setara Rp156,2 triliun (US$1 = RP 14.200) dihabiskan untuk produk dari perusahaan AS, termasuk chip komputer dari Qualcomm dan Broadcom, serta perangkat lunak Microsoft dan Google Android Google. Pendapatan sebesar itu, terancam menguap akibat keputusan Presiden Donald Trump yang menganggap Huawei sebagai ancaman keamanan AS.



kupakai.com